Warning: session_start(): open(/home/palugod/public_html/src/var/sessions/sess_fdf7375f740a7a4110ba2b0a0bb566e8, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/palugod/public_html/src/bootstrap.php on line 59

Warning: session_start(): Failed to read session data: files (path: /home/palugod/public_html/src/var/sessions) in /home/palugod/public_html/src/bootstrap.php on line 59
Studi: Kunyah Permen Karet Bisa Lepaskan Ratusan Mikroplastik ke Dalam Mulut - Suara Dunia

Studi: Kunyah Permen Karet Bisa Lepaskan Ratusan Mikroplastik ke Dalam Mulut

1 day ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi mengunyah permen karet. Foto: Mix and Match Studio/Shutterstock

Makan permen karet mungkin bisa berpotensi berbahaya bagi kesehatan. Ini karena dalam studi baru ditemukan bahwa permen karet dapat melepaskan ratusan plastik kecil ke mulut manusia.

Sebelumnya, penelitian kecil di Chemistry for Life (ACS) pernah mengungkap penemuan mikroplastik di setiap sudut Bumi, termasuk di puncak gunung hingga dasar laut. Mikroplastik juga ditemukan di tubuh manusia, termasuk di paru-paru, darah, dan otak.

Kini, riset terbaru menyebut plastik berukuran mikro itu ternyata juga ditemukan dalam permen karet. Kok bisa?

“Saya tidak ingin membuat orang khawatir,” kata Sanjay Mohanty, ilmuwan dari University of California, Los Angeles (UCLA), sekaligus peneliti utama di balik studi baru yang belum ditinjau sejawat.

Lisa Lowe, seorang mahasiswa PhD di UCLA, mengunyah tujuh permen karet dari 10 merek berbeda. Peneliti menganalisis kimia pada air liur. Mereka menemukan satu gram permen karet melepaskan rata-rata 100 fragmen mikroplastik, bahkan hingga lebih dari 600 fragmen. Berat rata-rata sebuah permen karet sekitar 1,5 gram.

Mengunyah 180 permen karet dalam setahun sama dengan menelan 30.000 mikroplastik. Jumlah ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan aktivitas lain yang bikin manusia menelan mikroplastik. Contohnya, studi lain memperkirakan satu liter air dalam botol plastik mengandung rata-rata 240.000 mikroplastik.

Ilustrasi Mikroplastik. Foto: Shutter Stock

Permen karet yang umum dijual di supermarket hingga minimarket mengandung polimer berbasis minyak bumi untuk mendapatkan efek kenyal. Namun, kemasannya tidak mencantumkan plastik dalam bahan pembuatannya, hanya menggunakan kata-kata “berbahan dasar permen karet”.

“Tidak seorang pun akan memberitahu Anda bahan-bahannya,” kata Mohanty.

Para peneliti menguji lima merek permen karet sintetis dan lima merek permen karet alami, yang menggunakan polimer berbasis tanaman, seperti getah pohon.

David Jones, peneliti di University of Portsmouth di Inggris yang tidak terlibat dalam penelitian, mengaku cukup terkejut para peneliti menemukan plastik yang tak diketahui terkandung di dalam permen karet, menunjukkan plastik tersebut mungkin berasal dari sumber lain di laboratorium. Namun, secara umum keberadaan mikroplastik dalam permen karet memang sudah diprediksi sebelumnya.

“Orang-orang cenderung panik ketika diberi tahu bahwa bahan penyusun permen karet mirip dengan apa yang ditemukan pada ban mobil, kantong plastik, dan botol,” kata Jones.

Oliver Jones, profesor kimia di RMT University, Australia, mengatakan jika jumlah mikroplastik yang ditelan cuma sedikit, benda tersebut kemungkinan akan langsung melewati tubuh tanpa menimbulkan dampak apa pun.

“Saya rasa Anda tidak perlu khawatir mengunyah permen karet sekarang,” katanya, seperti dikutip AFP.

Hal yang sama juga diutarakan oleh penulis studi yang menyebut bahwa untuk saat ini orang-orang tidak perlu khawatir makan permen karet. Sebab, sampai sekarang tidak ada bukti yang secara langsung menyebut mikroplastik dapat berbahaya bagi kesehatan manusia.

...
Read Entire Article