Menteri Ekonomi Eric Lombard meminta perusahaan Prancis menunjukkan patriorisme dengan tidak memberikan keuntungan kepada AS. Hal itu disampaikan setelah Presiden Emmanuel Macron mendesak perusahaan Prancis menangguhkan investasi AS sebagai respons atas tarif dagang yang ditetapkan Presiden Donald Trump.
Dikutip dari AFP, Jumat (4/4), Macron pada Kamis (3/4) berpendapat akan mengirim pesan yang salah jika perusahaan Prancis terus maju dengan investasi dengan AS sampai klarifikasi lebih lanjut datang dari Washington terkait tarif dagang yang Trump sebut sebagai 'Hari Pembebasan'.
"Kami mengimbau patriotisme," kata Lombard saat diwawancara saluran BFMTV.
"Jelas bahwa jika perusahaan besar Prancis setuju membuka pabrik di Amerika Serikat, itu akan memberikan satu poin yang menguntungkan Amerika," kata Lombard lagi. Saat ini, negosiasi antara Prancis dan AS terkait tarif dimulai.
Dengan Paris bersikeras bahwa tanggapan harus datang dari level Uni Eropa, Lombard mengatakan pembalasan Uni Eropa tidak akan selalu melibatkan tarif balasan dan dapat menggunakan cara lain.
Ia menunjuk pada standar, pertukaran data, dan pajak sebagai tuas yang dapat digunakan.
"Kami akan menanggapi serangkaian produk yang tidak berisiko mengganggu rantai nilai di Eropa," katanya.
"Responsnya dapat sangat kuat, namun kita seharusnya tidak merespons dengan senjata yang sama persis yang AS gunakan karena, jika kita melakukannya, itu akan berdampak negatif di Eropa," katanya lagi.
Sebelumnya, Macron meminta agar perusahaan Prancis menghentikan investasi dengan AS sebagai respons atas tarif dagang yang ditetapkan Trump.
"Investasi masa depan, investasi yang diumumkan dalam beberapa minggu terakhir, harus ditangguhkan untuk sementara waktu selama situasi dengan Amerika Serikat belum diklarifikasi," kata Macron dalam pertemuan dengan perusahaan Prancis.
"Apa pesannya jika aktor besar Eropa menginvestasikan miliaran euro dalam ekonomi AS pada saat yang sama ketika mereka menyerang kita?" kata Macron lagi.