
PascaIdulfitri, berbagai pusat hiburan sudah terlihat ramai dikunjungi oleh masyarakat. Hal ini menjadi momentum perbaikan ekonomi. “Di momen Idul Fitri 1446H, saya telah melihat adanya momen perbaikan ekonomi. Ini terlihat dari ramainya pusat-pusat hiburan masyarakat di berbagai daerah, seperti padatnya Taman Margasatwa Ragunan, kepulauan seribu dan banyak tempat lainnya se-Indonesia,” ujar Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian dilansir dari keterangan resmi, Kamis (3/4).
Meski demikian, Fakhrul mencatat bahwa perlu dicermati terjadinya trading down atau fenomena pindahnya konsumen ke barang-barang yang lebih murah, yang terindikasi dari penjualan produk FMCG nasional.
Adapun ke depannya masih ada tantangan global dan domestik, seperti perang dagang dan masih berlangsungnya proses realokasi APBN.
“Diharapkan tercapainya realokasi APBN dan belanja negara di kuartal kedua 2025, akan bisa menjadi sumber energi pemulihan ekonomi,” ungkap Fakhrul.
“Belanja pemerintah adalah pendapatan bagi sektor swasta. Di tengah perlambatan ekonomi global, apabila pemerintah bisa berbelanja lebih banyak dan efisien, iniakan bisa membantu perekonomian kita dari gempuran kondisi global, dengan mengutamakan pemulihan ekonomi domestik,” lanjutnya.
Dengan demikian ia mengatakan arah terkait aktifitas pemerintah selanjutnya perlu diinformasikan secara intensif pada swasta.
“Sehingga sinergi bisa terjadi lebih cepat yang berujung pada terciptanya lapangan kerja,” tandasnya.(H-2)