
MANTAN Presiden Kosta Rika, Oscar Arias, mengatakan visa AS-nya telah dicabut. Penerima Nobel Perdamaian itu itu mengaku diberitahu tentang keputusan itu beberapa minggu setelah dia secara terbuka mengkritik Donald Trump. Di mana ia membandingkan perilaku Presiden AS tersebut dengan seorang kaisar Romawi.
Namun, Arias memberi petunjuk pencabutan visa tersebut mungkin terkait dengan pendekatannya terhadap Tiongkok, selama masa jabatannya sebagai presiden dari 2006 - 2010.
Berbicara dalam sebuah konferensi pers di ibu kota Kosta Rika, San José, Arias mengatakan dia "tidak tahu" alasan pencabutan visa tersebut. Dia mengatakan menerima sebuah email "pendek" "beberapa baris" dari pemerintah AS yang memberitahukan tentang keputusan tersebut.
Dia berpikir bahwa ini bukan keputusan Presiden Trump, melainkan Departemen Luar Negeri AS yang mengambil keputusan tersebut.
Meskipun dia mengatakan bahwa itu akan menjadi spekulasi dari pihaknya untuk menebak alasan di balik pencabutan visa tersebut, dia memang menunjukkan bahwa "saya menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok."
"Itu, tentu saja, diketahui di seluruh dunia," katanya kepada wartawan tentang keputusannya tahun 2007 untuk memutuskan hubungan dengan Taiwan dan menjalin hubungan dengan Tiongkok sebagai gantinya.
Pemerintahan Trump berusaha menentang pengaruh Tiongkok di belahan bumi Barat. Trump menuduh sejumlah pemerintah negara-negara Amerika Tengah mendekatkan diri dengan pemerintah Tiongkok dan perusahaan-perusahaan Tiongkok.
Namun, pemerintahan AS mendukung Presiden Kosta Rika saat ini, Rodrigo Chaves, dengan memuji keputusannya untuk mengecualikan perusahaan Tiongkok dari partisipasi dalam pengembangan 5G di Kosta Rika.
Tetapi kedekatan yang terlihat antara Presiden Chaves dan AS mendapat kritik dari Arias, yang menulis sebuah posting di media sosial pada Februari yang mengatakan "tidak pernah mudah bagi sebuah negara kecil untuk tidak setuju dengan pemerintah AS, apalagi ketika presidennya bertindak seperti seorang kaisar Romawi, memberitahu seluruh dunia apa yang harus dilakukan."
Dia menambahkan "selama pemerintahanku, Kosta Rika tidak pernah menerima perintah dari Washington seolah-olah kami adalah sebuah republik pisang."
Arias bukan satu-satunya orang Kosta Rika yang visa AS-nya dicabut. Tiga anggota majelis nasional negara itu yang menentang dekrit Presiden Chaves untuk mengecualikan perusahaan Tiongkok dari partisipasi dalam pengembangan 5G juga telah visa mereka dibatalkan. (BBC/Z-2)