Warning: session_start(): open(/home/palugod/public_html/src/var/sessions/sess_b14e9da0313e826a34929a3cdab05f1f, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/palugod/public_html/src/bootstrap.php on line 59

Warning: session_start(): Failed to read session data: files (path: /home/palugod/public_html/src/var/sessions) in /home/palugod/public_html/src/bootstrap.php on line 59
Ekonom Heran Pemerintah Belum Respons Tarif Trump, 'Harusnya Mendag-Menlu Sudah Komen!' - Suara Dunia

Ekonom Heran Pemerintah Belum Respons Tarif Trump, 'Harusnya Mendag-Menlu Sudah Komen!'

1 day ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden AS Donald Trump bikin heboh sedunia. Ini gara-gara resminya pemberlakuan tarif resiprokal impor AS. Pada Rabu pagi waktu setempat, Presiden Trump mengumumkan kebijakan ini. Seluruh mitra dagang AS terdampak imbas penambahan tarif ini. Bagaimana dengan Indonesia? Termasuk! Ekspor Indonesia ke AS terkena tambahan tarif 32 persen. Ini berarti barang ekspor RI ke AS akan menjadi lebih mahal.

Kontan beleid ini jadi bahan perbincangan seluruh negara, terutama yang strategis bermitra dagang dengan AS. Mulai dari Kanada, Meksiko, Uni Eropa, hingga Cina sudah mengeluarkan pendapat. Ada yang pasrah menerima seperti Inggris, Meksiko, atau yang kesal seperti Uni Eropa. Sementara Cina bersiap untuk membalas tambahan tarif ini terhadap ekspor AS.

Bagaimana dengan Indonesia? Sampai dengan Kamis (3/4/2025) sore pukul 17.00 WIB belum ada tanda-tanda pemerintah berkomentar terkait situsi ini. Tadinya pers mendapat undangan jumpa pers oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Kamis siang dengan agenda pembahasan tarif Trump ini. Namun mendadak dibatalkan tanpa alasan yang jelas.

Sejumlah ekonom kepada pers heran melihat respons pemerintah ini. Menurut mereka, pemerintah lamban merespons kebijakan tarif AS ini.

Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin merasa seperti ada masalah koordinasi dan komunikasi menteri-menteri ekonomi Presiden Prabowo Subianto. "Karena terpusat, menteri dan pejabat yang setara tidak berani ambil keputusan," kata dia, menduga. Bisa jadi, lanjut dia, pejabat yang ingin berkomentar khawatir dianulir, dan kehilangan kredibilitasnya.

Wijayanto kemudian merujuk pada situasi anjloknya IHSG di bursa efek beberapa pekan lalu sebelum libur Lebaran 2025. Ia menilai Presiden dan jajarannya kurang gerak cepat merespons penurunan tersebut. "Seolah top leadership kurang alert!" kata dia.

Ekonom Universitas Andalas Prf Syafrudin Karimi juga heran dengan belum adanya respons resmi pemerintah ini. "Seperti tak paham apa yang sedang terjadi!" katanya, gemas.

Setidaknya, lanjut dia, Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menlu Sugiono sudah mesti keluar responnya. "Apa mau retaliasi atau mau kecewa diperlakukan begitu oleh AS yang dipandang Indonesia selama ini sebagai negara sahabat. Publik perlu mendengar bagaimana respon kebijakan dari pemerintah RI. Banyak kepala negara sudah merespon," kata Syafrudin.

Persoalan lainnya, lanjut dia, di ASEAN Indonesia mungkin tidak menerima tarif setinggi Vietnam atau Thailand, tapi 32 persen tetap merupakan beban besar. Apalagi di tengah perlambatan ekonomi dan tekanan fiskal. Data menunjukkan, kata dia, rupiah terdepresiasi 2,81 persen secara YTD, dengan pasar saham turun 8,04 persen sepanjang tahun.

Ekonom senior Indef Fadhil Hasan berpendapat lain. Ia melihat pemerintah tampak amat berhati-hati merespons beleid tarif Trump."Kalau saya setuju jangan kasih respon yang cepat, dianalisis dulu dengan baik, apalagi jangan lakukan balasan/retaliasi segera. Tapi kalau sekedar pernyataan bahwa Indonesia akan pelajari dan mengambil langkah yang konstruktif, terukur dan berdialog bagus juga," kata Fadhil.

Dari pantauan Republika di media sosial, sejumlah menteri ekonomi masih sibuk bersilaturahim pada Kamis. Misalnya Menkeu Sri Mulyani di laman instagramnya Kamis sore mengunggah silaturahim ke kediaman Presiden Megawati Soekarnoputri. Lalu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada Kamis sore juga bersilaturahim dengan Deputi Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi.

Sementara instagram Menlu  belum diisi dengan konten terkini. Begitu juga Menperin Agus Gumiwang. Namun Menlu Sugiono Kamis pagi melepas pengiriman bantuan kemanusiaan ke Myanmar, tetapi tidak berkomentar terkait situasi tarif AS ini.

Mendag Budi Santoso sempat mengunggah situasi dirinya rapat online dengan belasan pejabat termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menlu Sugiono, Wamenkeu Suahasil Nazara dan Wamenkeu Anggito Abimanyu.

Mendag menulis di story instagramnya sebagai berikut: "Hari ini pemerintah bergerak cepat berkoordinasi dan berkomunikasi antar kementerian dan lembaga terkait untuk menyikapi kebijakan pemberlakuan Tariff Trump 2.0 pada 2 April 2025 agar langkah yang diambil pemerintah Indonesia tetap terukur dan berdampak positif ekonomi Indonesia."

Read Entire Article