
BANYAK cara yang dilakukan seseorang untuk menurunkan berat badan. Salah satunya dengan diet. Diet merupakan pola makan yang mengatur cara dan jenis makanan untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencapai berat badan yang diinginkan.
Beberapa waktu terakhir, kentang dan timun menjadi pilihan yang cukup populer dalam menurunkan berat badan. Tapi keduanya memiliki keunggulan dan tantangan tersendiri.
Kentang dinilai mampu menurunkan berat badan dan mengurangi lemak tubuh. Tapi jika dikonsumsi berlebihan bisa membuat dietmu gagal. Dengan jumlah asupan yang tepat, proses penurunan berat badan dapat berjalan dengan baik.
Diet kentang hanya efektif dalam jangka pendek. Pasalnya kentang tidak mengandung semua nutrisi esensial yang dibutuhkan tubuh untuk kesehatan secara keseluruhan. Selain itu, diet dengan kalori yang sangat rendah dapat memperlambat metabolisme dan menyebabkan hilangnya massa otot.
Kentang termasuk karbohidrat utuh yang membutuhkan lebih banyak energi untuk dicerna dibandingkan makanan olahan. Proses ini dikenal sebagai efek termogenik, di mana tubuh membakar lebih banyak kalori saat mencerna makanan. Oleh karena itu, mengonsumsi kentang dapat mendukung penurunan berat badan dan berpotensi membantu membakar lemak perut.
Cara Mengonsumsi Kentang untuk Menurunkan Berat Badan
Untuk menurunkan berat badan dengan kentang, cobalah memanggang atau merebusnya tanpa tambahan minyak atau bumbu berat. Kentang kukus dan kentang panggang tanpa minyak juga merupakan pilihan yang baik. Anda juga bisa memasukkannya ke dalam sup ringan agar lebih bervariasi tanpa meningkatkan jumlah kalori secara berlebihan!
Diet Timun
Selain kentang, timun juga dipercaya mampu turunkan berat badan. Timun kaya akan kalori dan nutrisi, seperti kalium, vitamin C, beta-karoten, dan serat.
Serat dalam timun bisa membantu menjaga pencernaan sehat dan menjaga kadar gula darah. Seperti kentang, bila timun dikonsumsi berlebihan bisa membuat perut kembung, terutama mereka yang memiliki sistem pencernaan yang sensitif.
Secara umum, diet timun cenderung lebih mudah dilakukan dalam jangka panjang karena tidak membatasi asupan makanan terlalu ketat, bisa dipadukan dengan banyak makanan lain, dan lebih variatif. Sementara diet kentang, meskipun lebih mengenyangkan, namun dapat berisiko kekurangan beberapa nutrisi.
Diet ini melibatkan konsumsi mentimun dalam jumlah besar selama satu hingga dua minggu dan memiliki klaim "tujuh hari untuk 7 kg", yang berarti Anda bisa kehilangan hingga 7 kg dalam tujuh hari.
Diet ini terutama terdiri dari mentimun, tetapi juga mencakup beberapa makanan tinggi protein, seperti telur, ayam, ikan, dan kacang-kacangan. Teori dasar di balik diet ini adalah karena mentimun rendah kalori, seseorang bisa memakannya dalam jumlah banyak tetapi tetap mengalami defisit kalori.
Aturan Diet Mentimun
Konsep utama dari diet ini adalah asupan kalori yang rendah dan kadar air yang tinggi, dengan sedikit tambahan serat.
- Makan mentimun kapan pun merasa lapar.
- Buat hidangan berbahan dasar mentimun, seperti smoothie mentimun atau salad mentimun.
- Gunakan sedikit lemak sehat, seperti minyak zaitun atau minyak biji rami.
- Padukan mentimun dengan makanan kaya protein, seperti telur rebus, daging tanpa lemak, tuna, keju cottage, dan kacang-kacangan.
- Tambahkan sedikit karbohidrat ke dalam makanan, seperti roti panggang, nasi merah, atau kentang.
- Sertakan sayuran rendah kalori lainnya, seperti tomat, bayam, dan seledri.
Penting diingat diet apapun sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang seimbang. Jika diperlukan, dengan konsultasi ke ahli gizi untuk memastikan keberlanjutan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. (Madicine Net/Fitelo/halodoc/allodokter/Z-2)