Apakah puasa Paskah boleh minum? Pertanyaan ini kerap ditanyakan oleh orang nonkatolik maupun umat Katolik yang baru pertama berpuasa.
Jika mengacu pada pengertian di KBBI, puasa adalah meniadakan makan, minum, dan sebagainya dengan sengaja (terutama bertalian dengan keagamaan). Lantas, apakah hal tersebut berlaku pada umat Katolik?
Jawaban Apakah Puasa Paskah Boleh Minum
Menjelang Paskah, umat Katolik akan melakukan pantang dan puasa. Pantang adalah perbuatan untuk menghindari melakukan sesuatu yang disenangi.
Sedangkan puasa dalam ajaran Katolik adalah tidak makan dan minum selama sehari. Mereka hanya boleh kenyang satu kali. Lantas, apakah puasa Paskah boleh minum?
Menurut aturan Gereja Katolik, puasa tidak berarti menahan diri sepenuhnya dari minuman. Umat yang berpuasa masih boleh minum. Hanya saja dianjurkan untuk minum sesuatu yang tidak mengenyangkan atau mengandung kalori berlebihan.
Minuman seperti air putih dan teh tanpa gula masih diijinkan. Namun, untuk minuman seperti susu, jus, cokelat, sebaiknya dihindari agar tidak menggugurkan makna puasa.
Menurut Kitab Hukum Kanonik (KHK 1251-1252), umat Katolik yang berusia antara 18 hingga 59 tahun diwajibkan berpuasa pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Sementara itu, umat yang telah berusia 14 tahun ke atas diwajibkan untuk berpantang.
Menurut Kitab Hukum Kanonik (KHK 1251-1252), umat Katolik yang berusia antara 18 hingga 59 tahun diwajibkan berpuasa pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Sementara itu, umat yang telah berusia 14 tahun ke atas diwajibkan untuk berpantang.
Puasa dalam tradisi Katolik berarti hanya boleh makan kenyang satu kali dalam sehari, sedangkan dua waktu makan lainnya dilakukan dalam porsi yang lebih kecil dan tidak sampai kenyang. Selain itu, umat yang berpuasa juga tidak disarankan untuk minum yang bisa membuat kenyang.
Setelah membaca penjelasan di atas, kini tidak perlu perlu bingung dengan pertanyaan apakah puasa Paskah boleh minum atau tidak. Jawabannya adalah boleh dengan aturan khusus. (ELZ)