Warning: session_start(): open(/home/palugod/public_html/src/var/sessions/sess_486a583fe9cf21412a734a2ab4d89b72, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/palugod/public_html/src/bootstrap.php on line 59

Warning: session_start(): Failed to read session data: files (path: /home/palugod/public_html/src/var/sessions) in /home/palugod/public_html/src/bootstrap.php on line 59
Penangkapan Duterte Picu Perdebatan, Keaslian Red Notice Dipertanyakan - Suara Dunia

Penangkapan Duterte Picu Perdebatan, Keaslian Red Notice Dipertanyakan

1 day ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Duterte dituduh telah memimpin “perang melawan narkoba” yang kejam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte ditangkap pada 11 Maret 2025 di Bandara Manila dan beberapa jam sudah berada di dalam pesawat jet sewaan menuju Den Haag, Belanda, tempat Mahkamah Pidana Internasional (ICC) berkantor pusat.

Menurut pernyataan ICC, Duterte dituduh telah memimpin “perang melawan narkoba” yang kejam selama menjabat sebagai Presiden Filipina pada 2016 hingga 2022, yang mengakibatkan ribuan pedagang dan pecandu narkoba, serta orang-orang lainnya yang tidak diadili dibunuh.

Pemerintah Filipina mengklaim bahwa aksi penangkapan ini didasarkan pada red notice dari Organisasi Kepolisian Internasional (Interpol).

Namun, hingga saat ini, red notice tersebut hanya disebutkan oleh media Filipina, sementara Markas besar Interpol belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk membenarkan hal ini, dan info tentang penangkapan Duterte tidak ditemukan di situs web resmi Interpol.

Pada 20 Maret 2025, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Filipina serta saudari Presiden Ferdinand Marcos, Imee Marcos, menunjukkan dalam sidang publik bahwa Interpol tidak mengeluarkan red notice yang ditujukan kepada Duterte, melainkan hanya mengeluarkan red diffusion.

Red notice harus diperiksa dan dikonfirmasi oleh Sekretariat Jenderal Interpol, yang merupakan permintaan kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk menemukan dan menangkap sementara seseorang yang akan diekstradisi, diserahkan, atau dilakukan tindakan hukum serupa.

BACA JUGAl Mata Uang Terlemah Negara-Negara Islam di Hadapan Dolar AS pada 2025, Rupiah Masuk?

Sedangkan, red diffusion merupakan permintaan informasi terjadi antara anggota Interpol secara tidak resmi, tidak memiliki kekuatan hukum untuk mengharuskan tindakan yang dilaksanakan anggota negaranya, dan hanya berfungsi sebagai alat untuk menyebarluaskan informasi.

Read Entire Article