Warning: session_start(): open(/home/palugod/public_html/src/var/sessions/sess_493ab1a968270b919c4feb3179316ab9, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/palugod/public_html/src/bootstrap.php on line 59

Warning: session_start(): Failed to read session data: files (path: /home/palugod/public_html/src/var/sessions) in /home/palugod/public_html/src/bootstrap.php on line 59
Jenis Hadiah yang Termasuk Praktik Suap Menurut Islam - Suara Dunia

Jenis Hadiah yang Termasuk Praktik Suap Menurut Islam

1 day ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ulama sepakat mengharamkan praktik suap-menyuap (risywah). Bahkan, risywah termasuk dosa besar.

Lantas, bagaimana dengan hadiah-hadiah yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain? Apakah pemberian hadiah itu otomatis dianggap suap atau korupsi? Dala konteks apa saja hal itu bisa menjadi haram?

Imam Syafii menjelaskan apa saja kriteria hadiah yang tergolong risywah sehingga menjadi haram.

Pertama, hadiah yang diberikan dengan maksud si pemberi bahwa dengan pemberiannya itu ia mendapatkan haknya secara lebih lekas daripada waktunya yang semestinya.

Kedua, hadiah yang diberikan dengan maksud bahwa si pemberinya memperoleh sesuatu yang bukan haknya.

Misal, seorang tergugat atau terdakwa memberikan hadiah kepada hakim supaya ia dimenangkan dalam perkaranya atau dibebaskan dari tuntutan hukuman. Padahal, bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa ia terlibat atau bersalah.

Ketiga, hadiah yang diberikan dengan maksud bahwa seorang pejabat membebaskan si pemberi hadiah dari seluruh atau sebagian kewajiban yang seharusnya ditunaikannya. Sebagai contoh, hadiah yang diterima seorang petugas pajak dari si wajib pajak sehingga kewajiban pajaknya diperkecil.

Keempat, hadiah yang dikategorikan sebagai pemerasan. Dalam hal ini, si pemberi dipaksa melakukan penyuapan untuk mencegah dirinya dari kerugian yang akan mengancam keselamatan diri, kepentingan, orang-orang, atau hal-hal lain yang penting baginya.

Masih dalam konteks mempersoalkan risywah alias suap-menyuap, dalil yang selalu disebutkan adalah sabda Rasulullah SAW.

Hadits riwayat Ahmad itu berbunyi, "Allah melaknat orang yang memberi suap, menerima suap, sekaligus perantara suap yang menjadi penghubung antara keduanya."

Pada zaman beliau SAW, pernah ada kasus yang menegaskan seorang pejabat dilarang menerima suap.

Sebagaimana diriwayatkan Abi Humaid as-Sa'idy, suatu ketika Nabi Muhammad SAW mengangkat seorang laki-laki bernama Abdullah bin al-Latbiyah untuk menjadi amil zakat bagi orang-orang Bani Sulaim.

Setelah melaksanakan tugasnya, Abdullah menghadap Nabi SAW. Dia berkata, “Ini harta zakat untukmu, wahai Rasulullah SAW (untuk Baitul Maal), sedangkan yang itu adalah hadiah (untukku).”

Rasulullah SAW pun menanggapinya:

أفلا جلس في بيت أبيه أو أمه حتى تأتيه هديته إن كان صادقً

“Jika engkau benar (dalam menunaikan tugas), apakah engkau (mau) duduk di rumah ayah atau ibumu maka hadiah itu datang kepadamu?”

Setelah kejadian ini, Nabi SAW berpidato di hadapan orang-orang. Sehabis mengucapkan puji-pujian kepada Allah, bersabdalah baginda sembari mengutip kata-kata Ibnu al-Latbiyah tadi. Kemudian, beliau mengingatkan kepada sekalian hadirin:

والله لا يأخذ أحد منكم شيئًا بغير حقه إلا لقي الله تعالى، يحمله يوم القيامة، فلا أعرفن أحدًا منكم لقي الله يحمل بعيرًا له رُغَاءٌ، أو بقرةً لها خُوَارٌ، أو شاة تَيْعَرُ

“Demi Allah, begitu seseorang mengambil sesuatu dari hadiah itu tanpa hak, nanti pada Hari Kiamat dia akan menemui Allah dengan membawa hadiah (yang diambilnya itu). Lalu, saya akan mengenalinya, dia memikul di atas pundaknya (bagaikan) unta melekik atau sapi melenguh atau kambing mengembek.”

Hadis cukup panjang yang disahihkan Imam Bukhari itu jelas mewanti-wanti kaum Muslimin agar berhati-hati dalam menjalankan amanat publik, apalagi yang berkaitan dengan ibadah syariat.

مَنِ استَعْمَلْناه منكم على عَمَلٍ، فكتَمَنا مَخِيطًا فما فوقَه، كان غُلولًا

“Barangsiapa yang telah aku angkat sebagai pekerja dalam satu jabatan kemudian aku beri gaji maka sesuatu yang diterima di luar gajinya adalah ghulul (korupsi).” Demikian hadis lainnya dari Nabi SAW, sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud.

Betapa tegasnya Rasulullah SAW dalam persoalan harta halal dan haram. Hadis lainnya yang diriwayatkan Imam Bukhari mencerminkan hal itu.

Dikisahkan bahwa suatu hari setelah penaklukan Khaibar, Abu Hurairah RA keluar bersama Nabi SAW.

Keduanya tidak mendapatkan rampasan perang emas dan perak, tetapi benda tak bergerak, pakaian, sejumlah barang, dan seorang budak bernama Mid'am yang dihadiahkan kepada Rasulullah SAW oleh Rafi'ah bin Zaid asal bani ad-Dubaib.

Nabi SAW dan Abu Hurairah kemudian melanjutkan perjalanan ke Wadi al- Qura. Sesampainya di sana, Mid'am yang mengikuti mereka kemudian menurunkan barang-barang. Tiba-tiba, sebuah panah yang entah dari mana asalnya mengenai tubuh Mid'am sehingga budak itu meninggal dunia.

Read Entire Article