Warning: session_start(): open(/home/palugod/public_html/src/var/sessions/sess_cf4c2373a1fa9e7cb3ab9de63bbbc756, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/palugod/public_html/src/bootstrap.php on line 59

Warning: session_start(): Failed to read session data: files (path: /home/palugod/public_html/src/var/sessions) in /home/palugod/public_html/src/bootstrap.php on line 59
Banyak Penghuni Rusun Tunggak Sewa, Pramono: Akan Ditertibkan - Suara Dunia

Banyak Penghuni Rusun Tunggak Sewa, Pramono: Akan Ditertibkan

1 day ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan penertiban penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang tidak membayar sewa. Apalagi, saat ini tunggakan dari dari para penghuni rusunawa mencapai puluhan miliar rupiah.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengakui banyak penghuni rusunawa yang tidak membayar sewa dengan baik. Hal itu disebut menjadi salah satu persoalan dalam pengelolaan rusunawa.

"Jadi soal rumah susun ini jadi persoalan tersendiri, banyak rumah susun, yang mohon maaf, tidak membayar secara baik," kata Pramono di Jakarta, Rabu (2/4/2025).

Dia mengungkapkan, salah satu penyebab banyaknya tunggakan adalah terdapat penghuni rusunawa yang memberikan unit miliknya kepada orang lain. Menurut dia, hal itu terjadi di banyak rusunawa.

Menurut Pramono, sebagian penghuni rusunawa adalah warga yang terdampak pembangunan. Para warga itu pindah ke rusunawa lantaran rumah yang mereka tempati sebelumnya bermasalah.

Namun, ia menduga, ada sebagian warga yang kembali ke lingkungan semula ketika masalah tersebut sudah selesai. Sementara unit rusunawa para penghuni itu diserahkan kepada warga lainnya.

"Nah ini, yang seperti-seperti ini kami tertibkan. Karena apa? Kebanyakan yang seperti itu, dulu ketika mereka menempati rumah susun, kan diberikan privilese karena mereka dipindahkan, sehingga dengan demikian diberi privilese," kata mantan sekretaris kabinet (seskab) tersebut.

Alih-alih memanfaatkan privilese itu untuk menempati rusunawa, kata Pramono, para penghuni justru kembali ke lingkungan lamanya. Alhasil, unit rusunawa itu diberikan kepada warga yang tidak berhak.

"Yang saya khawatir, kalau bukan mereka yang tinggal, tetapi warga baru yang tinggal dan itu terjadi di mana-mana," kata Pramono.

Read Entire Article